Selasa, 22 Maret 2016

Dubai Miracle Garden


Dubai Miracle Garden merupakan taman terbesar di dunia yang memilki 45 juta berbagai jenis bunga yang sangat cantik, menarik, tentu saja sangat indah dipandang mata. Bahkan, sistem irigasi objek wisata ini sangat mengesankan. Bagaimana tidak, sistem irigasi Dubai Miracle Garden mendaur ulang air limbah melalui irigasi, sehingga menghemat 75 persen air dan energi.


Dubai Miracle Garden ini sangat menarik karena terdapat jenis bunga yang di bentuk mirip lengkungan hati, jam bunga, bendera Uni Emirat Arab,mobil ferari beserta sopirnya. Selain itu, terdapat juga bunga-bunga yang dibentuk hewan, perahu dan masjid serta piramida.

Banyak fasilitas yang dapat kita nikmati bila berkunjung ke Dubai Miracle Garden karena telah menyediakan parkir terbuka, parkir VIP, area duduk, tempat ibadah, toilet, ruang keamanan, ruang pertolongan pertama, kios komersial dan ritel.

contoh cerita pendek (cerpen)

Bintang di Langit-langit Kelas
Oleh : Syifa Indah Suci Ati

“Hai!” Sapa seseorang yang berada dibelakangku. Suaranya yang khas sudah sangat familiar di telingaku.
            Saat menoleh kebelakang, aku melihat sosok itu. Sosok yang sudah kuanggap keluarga sendiri dialah sahabatku, Rani.
            Pandanganku berubah seketika. Mereka yang berada di lapang sekolah kuhiraukan. Tak seperti biasanya mereka menjadi pusat perhatian. Bahkan aku sanggup mematung memperhatikan mereka dengan waktu yang cukup lama dari lantai dua di depan kelas. Melihat mereka bagiku seperti melihat kepingan kecil skenario kehidupan di dunia ini. Namun, fokusku sekarang hanya ke satu titik, Rani. Dalam beberapa detik kemudian kami sudah tenggelam dalam pembicaraan yang seru dan sesekali suara tawa terdengar diantara pembicaraan yang ringan itu.
            Sayang hal itu tak berlangsung lama. Dering bel masuk sudah memunuhi setiap sudut sekolah yang tersapu oleh angin. Kami pun yang berada di halaman sekolah terpaksa harus memberhentikan aktivitas. Dengan langkah yang berat kami beriringan masuk ke ruang kelas diikuti oleh yang lainnya.
***
            Suasana gaduh yang selalu memunuhi atmosfer kelas tidak membuat kami kekurangan oksigen. Ocehan teman-temanlah yang menjadi salah satu penyebabnya. Ujung bibir pun tertarik membuat sebuah senyum melihat pemandangan yang sudah tak asing lagi bagiku. Tak seperti biasanya aku yang  selalu angkat bicara membuat seisi kelas menatap walau akhirnya aku tahu mereka akan berhenti sejenak lalu membuat kegaduhan lagi. Huftt menyebalkan.
            Bahagia melihat tingkah mereka yang menyebalkan dan keras kepala.  Melihat mereka yang penuh aksi dan selalu membuat hati menari bahagia. Rasa sedihpun datang menerpa, ketika sadar hal ini tidak akan kurasakan lagi untuk waktu yang cukup lama. Setelah dua tahun lebih kita bersama apakah kita harus berpisah? Setiap pertemuan pasti ada perpisahan jawabannya. Tapi apakah aku sanggup berpisah dengan mereka? Perpisahan memang hal yang menyebalkan bagiku. Kalau saja aku bisa menghapus kata perpisahan mungkin di dunia ini tak akan ada yang bersedih. Namun sayang itu hanya sebuah ketidakmungkinan.
            Bah air mata pun jatuh tak terbendung, untung saja hujan air mata bisa kuhindari. Dengan cepat kuusap sudut mata dengan ujung lengan baju. Aku tatap langit-langit kelas yang penuh hiasan ornamen bintang. Indah pikirku.
            “Hei!! Kok bengong  sih?”Tanya Rani mengejutkanku
            “Eh… ngak kok Ran, liat itu tuh” Ucapku sambil menunjuk ke atas
            “Oh itu... tapi mata kamu kok merah. Jangan- jangan…”Tanya Rani curiga
            Dengan cepat aku menyela pembicaraan Rani dengan rasa khawatir “Indah kan? Aku suka sekali hiasan bintang itu, kalau kamu Ran?” Ucapku terbata-bata
            “ Hmm.. iya indah banget Lis” Ucap Rani sambil tersenyum
            Sepertinya Rani curiga melihat tingkahku, dengan cepat aku langsung menyibukkan diri dan tak berani berpapasan dengannya. Dalam beberapa detik kemudian suasana terasa hening. Kami saling terpaku beku seperti ada badai salju yang menghatam dan memaksa kami untuk diam mematung.
***
Selama pelajaran berlagsung kami tak terlalu banyak bicara. Otakku dipacu untuk mengerti hingga waktu istirahat tiba. Saat bel istirahat berbunyi, dengan segera aku membersihkan benda-benda yang ada di atas meja. Setelah selesai kami langsung menuju kantin menyusuri koridor kelas tujuh.
            Di perjalanan…
            “ Ran, lihat coba! Itu kelas tujuhkan? Hiasannya sama kaya kelas kita kan? Uhh.. gak kreatif dasar” Ucapku kesal
            “ Hmm…  iya juga Lis. Bagus sih tapi gak ada lagi gitu hiasan lain. Menyebalkan” Ucap Rani yang tak kalah ketusnya
            “ Semenarik apa sih hiasan itu bagi mereka? Sampai angkatan terdahulu kita punya ide seperti itu!”
            “ Kamu ini Lis. Mungkin mereka tertarik karena indah. Inget gak lagi kita masa mopd dulu, kita juga gitu kan?”
            “ Emang sih” Jawabku singkat
            “ Mungkin di balik hiasan bintang itu memiliki makna”
            “ Makna? Ahh entahlah, lebih baik kita mempercepat langkah kita takutnya kantin sudah sesak dengan keremunan manusia” Ucapku
            Tanpa ada jawaban, Rani sudah mempercepat langkah kakinya dan meninggalkan aku yang masih mengoceh sendiri di belakang.
            “ Rani! Tunggu” Ucapku setengah berlari dengan memasang wajah sedikit kesal
            “ Hehehe… habis kamu jalannya lambat” Ucap Rani meledekku
            “ Awas kau ya!!” Aku pun berlari mengejar Rani
            Kami pun tertawa kecil sambil menikmati waktu istirahat yang singkat ini. Kesempatan ini tak ingin disia-siakan karena aku sadar hal ini tak akan berlangsung lama terutama menghabiskan waktu bersama sahabat. Andai waktu bisa kuhentikan untuk sementara mungkin momen ini akan ku pertahankan walau hanya sehari.
***
            Jam dinding terus berputar mengikuti porosnya membuat kenangan untuk beberapa detik yang lalu. Hari ini pun hampir usai dan meninggalkan lelah. Setelah sampai di rumah, ku lempar tas dan langsung merebahkan tubuhku di atas kasur. Suara yang berasal dari perut pun kuhiraukan. Rasanya ingin segera pergi ke alam mimpi bila aku tak ingat akan kewajibanku sebagai seorang muslim.
            Pikiranku pun melayang. Teringat satu hal yang menjanggal dihati belakang ini, hiasan bintang itu. Entah mengapa rasa penasaran itu terus bergejolak di dalam batinku. Aku pun tak mengerti hingga aku masuk dalam rasa penasaran yang teramat sangat. Ada apa dengan hiasan bintang itu?
            “Andai aku tahu semuanya. Bintang ? Tolong beri tahu sedikit rahasiamu. Aku tahu kau selalu bersinar di tengah gelapnya malam kau juga selalu menjadi pujaan setiap orang. Tapi apa kau tahu makna hiasan bintang itu? hufttt” Ucapku yang masih berada di posisi nyamanku
             Langkah kecil membawa kakiku keluar rumah walau aku tahu tubuhku menolak keras untuk meninggalkan pulau kapuk. Namun ada dorongan besar untuk terus melangkah hingga ke halaman rumah. Sejuknya pikirku ketika aku sudah berada di ambang pintu. Malam ini begitu cerah, bintang pun banyak bertaburan di langit malam. Bintang? Pesonamu itu  membuat malam lebih indah. kau diciptakan untuk menemani bulan menerangi dunia ini. Kuharap akupun segera tahu makna hiasan bintang itu. Batinku.
            Tak terasa sudah setengah jam berlalu menikmati dinginnya angin malam. Walau aku tahu itu tak baik untuk kesehatan. Memperhatikan bintang-bintang itu membuatku nyaman. Bisakah aku menjadi bintang? Yang bisa membuat orang yang melihatku merasa nyaman? Entahlah, pertanyaan yang  tiba-tiba datang menyerangku.
            Rasa kantuk mengahampiriku. Kelopak matapun sudah terasa berat. Kuajak tubuhku untuk beristirahat lalu pergi ke alam mimpi meninggalkan dunia ini untuk semalam.
***
            Embun pagi sudah menyabutku dengan lembut. Sinar matahari pun sudah menyapa. Menemani langkah pagi untuk pergi ke sekolah dengan kaki yang kubawa setengah berlari. Lagi-lagi senyum yang sama terlukis di wajah.
            Sekolah menjadi salah satu alasanku untuk terus bangun pagi dibawah langit biru yang selalu menjadi payung raksasa. Tempat yang selau menjadi harapan bagiku untung menjujung tinggi tanah air ini. Menjadi tempat yang penuh cerita antara aku dan mereka.
            “Rani!!” Sapaku dari kejauhan sebelum sosok itu mendekati anak tangga
            “Eh Lisa! Ceria banget nih, what happen? Bagaimana dengan malammu?” Ucap Rani yang mendekati ku setelah menyimpan tas gendongnya.
            “Seperti biasa selalu ada cerita di setiap malamnya”
            “Kali ini cerita tentang apa Lis? pasti ada hal yang luar biasa seperti malammu yang selalu penuh dengan kejutan” Ucap Rani dengan antusias, semangatnya seperti orang yang akan tempur.
            “Kejutan? Hahah gak ada tuh. Tapi tadi malam begitu istimewa.”
“Istimewa?”
“Tentu saja malam ini begitu istimewa. Kau tahu kenapa? Aku puas sekali dapat menatap langit malam yang penuh bintang, hingga rasa kantuk  pun datang menyerangku. Kau tahu? bintang di langit itu sangat indah, aku pun tak kuasa untuk berhenti menatapnya. Hingga aku tahu jawaban dari semua  ini” Ucapku tersenyum tipis
            “Jawaban tentang apa Lis?” ucap Riri penasaran
            “Hiasan bintang yang ada di langit-langit kelas kita”
            “Kau sudah menemukan maknanya? “ Tanya Riri dengan wajah penasaran
            “Tentu saja. Semua makhluk dan benda yang diciptakan di dunia ini memiliki peranan masing-masing. Bintang di langit-langit kelas ini sama halnya dengan bintang yang ada di langit malam. Mereka memiliki tugas untuk menerangi.  Hiasan bintang itu diibaratkan kita yang memiliki prestasi yang tak ternilai. Orang yang melihat kita pun akan merasa bangga  memiliki kita. Oleh sebab itu, hiasan bintang itu di tempatkan di langit-langit”
            “Hmm… benar juga”
            “Kau tahu keinginan ku saat ini? Aku ingin menjadi bintang”
            “Bintang? Bisakah?”
            “ Tentu saja Karena tidak ada hal yang tidak mungkin”
“Bagaimana caranya?”
“Itu hal yang mudah, aku cukup menjadi bagian cerita dari  kehidupan mereka. Hal itu membuatku ingin menjadi bintang untuk menerangi hidup semua orang yang kukenal. Termasuk juga di hatimu Ran karena kau sahabatku” aku pun tersenyum
            Namun, ketika aku berbicara suara bel masuk berbunyi memenuhi setiap sudut sekolah. Suaraku pun tertutupi oleh gelombang bunyi tersebut terutama bagian akhir.
            “Apa Lis? aku gak dengar”
            “ Syukurlah kalau gitu, nanti kamu kamu keGRan lagi”
            “Ahh Lisa. Apa sih? Jangan buat aku penasaran”
            “Cari tau aja sendiri. Dah aku masuk dulu” Ejekku
            “Awas kau ya!” Rani pun berlari mengejarku lalu menggelitiki tubuku yang mungil.

Aku hanya ingin menjadi bintang bagi semua orang yang aku sayang. Bintang yang selalu ada menerangi di balik semua cerita mereka. Bintang  yang selalu menerangi dan memberi kesejukan di hati mereka. Termasuk di hatimu. TEMAN.

Otak Kanan vs Otak Kiri


Otak kiri utamanya mengendalikan aktivitas yang bersifat teratur,berurutan,rinci,sistematis,dan matematis. Sedangkan otak kanan mengendalikan aktivitas yang bersifat berfikir divergen(meluas), imajinasi,ide-ide,kreativitas,emosi,musik,spiritual,intuisi,abstrak,bebas,dan simultan. Mendegarkan musik  adalah salah satu cara merangsang otak kanan. Mungkin stimulasi ini yang menyebabkan para genius ternama bisa pintar melebihi orang lain.
                Selain nutrisi, stimulasi memagang peranan sangat penting dalam memaksimalkan kecerdasan anak. Stimulasi diperlukan dalam memaksimalkan kecerdasaan. Stimulasi diperlukan agar hubungan antar sel otak (sinaps) dapat berkembang.
                Penting diingat bahwa sinaps akan menghilang secara spontan bila tidak digunakan. Karena itu, jika kita mengiginkan anak dengankecerdasaan multiple harus dilakukan perangsangan (stimulasi) sejak dini dalam kandungan sampai umur 3 tahun terus-menerus,setiap hari, penuh kasih sayang,penuh kegembiraan,bervariasi dan teratur, serta merangsang otak kiri dan kanan bersama-sama.
Berikut perbandingan otak kanan dan kiri
Otak Kanan
Otak Kiri
Ø   Gambar
Ø   Acak atau random
Ø   Kreatif dan seni
Ø   Global ke detail
Ø   Langsung
Ø   Memori lalu proses
Ø   Imajinasi
Ø   Analisis kesimpulan
Ø   Bebas waktu
Ø   Inspirasi
Ø   Objek yang berwarna-warni
Ø   Simbol
Ø   Berurutan
Ø   Logika
Ø   Detail ke global
Ø   Setahap demi setahap
Ø   Proses lalu memori
Ø   Duplkasi
Ø   Analisis mengurai
Ø   Tenggat waktu
Ø   Rencana
Ø   Objek hitam putih

Cara Mengobati Penyakit Flu dan Batuk




Sakit flu yang ditandai dengan batuk dan pilek menjadi penyakit yang paling banyak diderita oleh manusia. Hal ini sangat erat kaitannya dengan musim atau cuaca. Satu orang bisa mengalaminya berkali-kali dalam setahun. Namun demikian masih banyak yang belum mengetahui cara yang benar-benar ampuh untuk mengobati flu batuk pilek ini.
Berikut ini, akan kami sajikan beberapa cara pengobatan tradisional atau alami untuk mengatasi batuk pilek yang dapat Anda terapkan sendiri di rumah. Ini merupakan cara aman dan efektif dengan cepat meredakan gejala yang muncul.
Ketahui, Perlukah mengatasi Gejala Flu
Percaya atau tidak, di antara gejala-gejala flu yang menurut Anda mengganggu sebenarnya merupakan proses penyembuhan alami dan tidak perlu diobati, bahkan itu mrupakan bukti bahwa sistem kekebalan tubuh sedang melawan penyakit.  Gejala-gejala yang dimaskud antara lain :

  • Demam adalah cara tubuh untuk membunuh virus dengan menciptakan lingkungan yang lebih panas dari normal agar virus tidak betah. Selain itu, tubuh yang panas akan membuat protein dan sel-sel daya tahan tubuh pembunuh kuman dalam darah menjadi lebih cepat beredar dan bekerja lebih efektif. Jadi, jika demam yang ringan-sedang dipertahankan satu atau dua hari, justru akan memberikan kesembuhan yang lebih cepat.
  • Batuk, gejala ini akan membersihkan saluran pernapasan dari lendir tebal yang dapat membawa kuman ke paru-paru dan ke seluruh tubuh.
  • Pilek dan Hidung tersumbat, hal ini terjadi ketika aliran darah pada daerah hidung meningkat sekresipun meningkat (pengeluaran lendir). Aliran darah yang meningkat dapat menghangatkan daerah yang terinfeksi dan membantu sekresi membawa kuman keluar dari tubuh.
  • Pisang dan nasi – untuk menenangkan sakit perut dan diare
  • Buah yang kaya akan vitamin C, Seperti jambu biji, jeruk, dsb. Silahkan baca: Sumber Vitamin C
  • Blueberry – mengandung aspirin alami, yang dapat menurunkan demam dan membantu mengurangi rasa sakit atau nyeri
  • Wortel, yang mengandung beta-karoten
  • Cabai – dapat membuka sinus, dan membantu memecah lendir di paru-paru
  • Bawang – mengandung phytochemical yang diakui dapat membantu tubuh melawan infeksi. Baca juga: Manfaat bawang putih
  • Teh hijau dan hitam – berisi catechin, fitokimia yang konon merupakan antibiotik alami dan memiliki efek anti-diare

Seringlah Membuang Ingus
Sangat penting untuk membuang ingus (basa jawa: Sisi) secara teratur ketika ada banyak ingus di hidung. Hal ini penting untuk membuang virus-virus dan mungkin bakteri yang ada di dalamnya. Lakukan secara perlahan dengan bergantian, yakni tutup salah satu lubang hidung lalu sisikan, demikian pula sebaliknya.
Mengatasi Hidung Tersumbat dengan Larutan garam
Pembilasan air garam dapat membantu mengatasi hidung tersumbat, dan untungnya lagi cairan garam juga dapat menghilangkan partikel virus dan bakteri dari hidung. Ini merupakan salah satu obat batuk pilek yang alami tapi manjur, berikut caranya:
Campur 1/4 sendok teh garam dan 1/4 sendok teh baking soda dalam 8 ons (236 ml) air hangat. Gunakan semprotan atau kit irigasi hidung untuk menyemprotkan larutan ke dalam hidung. Tahan salah satu lubang hidung, ditutup dengan menerapkan tekanan jari ringan sambil menyemprotkan larutan garam yang telah dibuat ke dalam lubang hidung lainnya. Biarkan mengalir. Ulangi dua sampai tiga kali.
Berkumur
Berkumur dengan setengah sendok teh garam dilarutkan dalam 8 ons air hangat, empat kali sehari, dapat dengan efektif meredakan sakit tenggorokan dan batuk yang biasanya menyertai flu.
Untuk mengurangi gatal di tenggorokan, cobalah berkumur (atau diminum sekalian)  dengan teh yang mengandung tanin yang berfungsi mengencangkan membran (menjadi kesat). Atau juga dapat menggunakan madu dan sari apel. Obat batuk pilek alami ini akan sangat lezat yang juga dapat diminum bersama-sama misalnya dalam secangkir teh hangat dapat ditambahkan 1 sendok teh madu dan jus lemon.
Minum Cairan Hangat
Pada saat terserang flu batuk pilek sangat dianjurkan mengonsumsi makanan dan minuman yang hangat. Cairan hangat dapat meredakan hidung tersumbat, mencegah dehidrasi, dan menenangkan membran yang meradang yang melapisi hidung dan tenggorokan.
Mandi dengan air hangat
Mandi dengan air hangat atau air yang beruap hangat akan melembabkan hidung dan dapat membantu otot-otot menjadi rileks.
Gunakan Minyak kayu putih
Setetes kecil minyak kayu putih atau salep mentol yang dioleskan di bawah hidung dapat membantu membuka saluran pernafasan. Menthol, eucalyptus, dan minyak kayu putih semua memiliki bahan pati rasa ringan yang dapat membantu meringankan rasa sakit dalam hidung. Namun, ingat! jangan oleskan terlalu tebal dan jangan mengolesnya di dalam rongga hidung.
Tidur Dengan Bantal Tinggi
Keluhan yang sangat mengganggu bagi siapa saja yang sedang pilek adalah hidung tersumbat saat tidur. Meninggikan kepala akan membantu meringankan hidung yang tersumbat. Hal ini dapat disiasati dengan cara meletakkan beberapa bantal sedemikian rupa di bawah kepala.
Beristirahat
Beristirahat akan dengan efektif mengumpulkan energi untuk melawan penyakit, termasuk melawan virus penyebab flu dan batuk. Untuk sementara hindarilah aktifitas berat ataupun oleh raga.
Makan Makanan Pelawan Infeksi
Berikut beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi ketika seseorang sedang berjuang melawan pilek atau flu:
Langkah-langkah sederhana di atas dapat mengobati flu batuk pilek dengan efektif dan aman. Namun Ingat, kondisi serius, seperti infeksi sinus, bronkitis, meningitis, radang tenggorokan, dan asma, dapat terlihat seperti flu biasa. Jika Anda memiliki gejala-gejala yang berat atau gejala yang tidak kunjung membaik, hubungi dokter segera. 

http://mediskus.com/tips/mengobati-flu-batuk-pilek-secara-tradisional

Sabtu, 19 Maret 2016

Peranan ponsel dalam kegiatan membaca




Ponsel atau yang biasa disebut handphone (hp) merupakan telepon tanpa kabel yang merupakan sahabat manusia yang selalu dibawa kemana saja.
Di zaman yang modern ini, mulai dari anak kecil sama orang dewasa memiliki barang kecil yang mewah ini. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan seperti berkomunikasi, mencari informasi, bermain game, berfoto, dll.
Dalam dunia membaca telepon seluler memiliki manfaat yang sangat besar terutama dalam dunia pendidikan, seperti:
1. Memudahkan dalam mencari informasi melalui internet dengan melakukan searching di google.
2. Dapat mencari artikel dan membacanya dengan mudah dengan searching.
3. Membaca berbagai buku dengan mendowload tanpa mengeluarkan biaya.
4. Bagi siswa dapat mendowload buku eloktronik sehingga mereka dapat membaca buku dimana pun dan tidak perlu mengeluarkan biaya.
5. Bagi para pelajar juga dapat mencari jawaban bila ada soal yang sulit dengan melakukan searching.
Demikian manfaat  peranan penting ponsel dalam kegiatan membaca. Semoga dengan adanya teknologi yang semakin canggih ini kita dapat memanfaatkannya dengan baik ^^

Selasa, 15 Maret 2016

Goresan Hati

Oleh: Syifa Indah Suci Ati

Rekaman kehidupan berputar
Sosokku tampak menyedihkan
Dengan luka berbalut nanah
Yang tak sempat ku abaikan

Semua sudah terlajur
Membekas di dalam hati
Jauh di dalam diri
Dari mimpi semumu

Luka yang kau gores
Terlalu mengiris
Menyayat dalam jiwa
Terjebak di dalam diri

Sudah ku coba menghapus
Mengubur dalam dalam
Kubuang jauh jauh
Nyatanya terlalu sulit dilupakan

Kini semua masih membeku
Berubah menjadi batu
Tenggelam jauh
Dalam ingatan

cerita pendek (cerpen)

Dibalik Bulan Februari
oleh: Syifa Indah Suci Ati


Langit tampaknya menunjukkan sisi lainnya, awan hitam itu berburu dengan cepatnya.  Beberapa detik kemudian air mata langit pun turun dengan suaranya yang begitu bising dan menimbulkan aroma tanah yang sangat khas. Aku hanya menatap dalam-dalam rintikan hujan yang semakin deras itu, niatku terurung untuk segera bergegas pulang. Hingga akhirnya aku hanya bisa bertahan di tempat ini. Aku tahu ini sudah memasuki bulan februari, iya kau benar ini bulan penghujan. 
Rekaman kehidupan menyegarkan kembali memoriku yang terhempas ke masa lalu, kembali tergambar jelas,seperti di depanku terdapat sebuah proyektor yang menampilkannya, tepat 28 februari tahun lalu. Masa pahit itu datang menampar jiwaku, sadar betapa gagalnya diriku menjadi seorang pemimpin.
            Kejadian itu membuatku terpukul. Betapa tidak, semua yang telah kita persiapkan selama dua minggu lebih, hancur begitu saja. Aku terlambat berkumpul di ruang guru untuk memberitahu rencana kami. Ketika aku datang, disana hanya ada meja,kursi dan beberapa tumpukan buku tugas.kakiku terguntai lemah mendapati semua. Akhirnya kami tak bisa tampil di acara gelar seni itu, hanya menjadi penonton setia. Panggung tak kami sentuh sedikit pun. Teman-teman menjauhiku dalam waktu lama dan rasa bersalah itu masih bersarang dihatiku, hingga saat ini.
            Angin menyapu ingatanku, aku mulai kembali lagi dengan duniaku. Udara yang semakin dingin membawa kakiku masuk ke ruang kelas. Di sana hanya tinggal beberapa murid yang masih bertahan, mungkin setengah jumlah murid kelas ini, itu pun karena mereka masih mengerjakan tugas yang belum selesai. Aku menatap kosong kelas ini, semua masih terlihat sama.  Sepertinya waktu berjalan begitu lambat memberi waktu untuk hujan berbagi cerita.
            “  Hei! Kok melamun? ada apa ?” Sosok periang itu mengejutkanku
            “   Gak kok, Yu” Ucapku singkat
            “  Serius? Gak mau cerita? Yasudah mungkin Ayu gak bisa dipercaya” Ucap Ayu lirih
            Sosok periang dengan logat jawa yang sudah sangat khas membuat aku tak tega melihatnya menyesal. Tubuh tinggi berkacamata itu lantas kembali larut kedalam buku bacaannya. Menjelajahi setiap halamannya. Mulutku masih bungkam melihat sosoknya yang berubah menjadi pendiam. Aku sudah kenal jelas wataknya, kita sudah berteman baik sejak sekolah dasar.
            “ Yu, benar kau mau dengar ceritaku?” Kataku membuka pembicaraan itu
            Dia mulai melirik kepadaku, buku tebal itu ditutupnya. Pandangannya tetap tidak berubah, memandangku beberapa menit. Hingga akhirnya dia menganguk kecil
            “ Aku harus mulai dari mana?” ucapku bingung
            “ Mungkin dari awal”jawabnya singkat
            “ Hmm.. jadi gini. Kamu tahu kan aku ketua murid di kelas ini dari kelas tujuh?” ucapku
            “ Iya Den, lantas?”
            “ kamu ingat kejadian satu tahun kebelakang? Acara gelar seni itu”
            “ Hmm… tentu saja”
            “ itu semua salahku, aku datang terlambat karena terlalu sibuk di osis sedangkan kalian semua sedang berlatih di rumah Rani. Alhasil kita tak bisa tampil. Jujur saja hal itu masih menggangu pikiranku. Aku takut hal itu terulang lagi”
            “ Aku tahu kamu gak sengaja kok, lagian semua itu telah berlalu. Nasi sudah menjadi bubur. Apa daya kita tak bisa berbuat apa-apa, waktu pun tak bisa di putar kembali”
            “ Aku takut semua itu terulang”
            “ Raden yang aku kenal itu,orangnya pantang menyerah. Kamu pernah bilangkan ke aku tidak ada kesalahan yang kita lakukan tanpa ada penyebab, penyebab itu pun tidak kita perbuat dengan sengaja. Karena semua orang tak ingin kecewa karena kesalahan itu. inget gak?”
            “ iya aku tahu, tapi masalahnya tidak semudah itu, ini menyangkut banyak orang”
            “ tapi aku yakin kali ini kamu akan lakukan yang terbaik, apapun itu caranya”
            Dalam beberapa detik kemudian, suasana terasa hening. Kami saling membungkam tak ada yang berani angkat bicara. kami larut dalam pikiran masing-masing. Gemercik air hujan semakin lambat. Matahari tampaknya sudah mulai mengintip dibalik awan hitam itu, cahayanya menembus atmosfer langit.
            “ Den kita pulang bareng yuk? Hujan sudah reda ”
            “ baiklah”
Dengan langkah malu, kami pun meninggalkan halaman sekolah dan mulai menapaki jalanan ibu kota yang selalu padat dengan kendaraan dan tak jarang haus akan kemacetan. Tinggal bayang-bayang kami yang tertinggal untuk  beberapa menit  yang lalu. Asap kendaraan menyabut, menyadari betapa kerasnya kehidupan dijalanan. Tak terasa kami sudah samapi di penghujung jalan dan pertigaan jalan itu memaksa kami harus berpisah.
 Kakiku terasa runtuh dibawa berjalan, penat rasanya. Tubuhku lunglai, dengan sisa tenaga kubawa tubuhku beranjak dari tempat itu, tujuanku satu saat ini, mencapai pulau kapuk. Tubuhku pun dengan sigap ditangkap kasur. Dengan perlahan aku menutup mata.
***
Rasa takut itu masih menghantuiku, kesalahan tahun lalu membuatku trauma, rasa percaya diriku hilang seketika. Sosok diriku yang pemberani yang aku kenal sepertinya sudah pergi untuk sementara. Aku hanya mematung dikamar, menatap semua yang bisu.
Tok .. tok …tok..
Suara ketukan pintu itu memecahkan lamunanku, dengan langkah yang berat aku mendekati sosok yang berada di balik pintu hijau itu. senyumnya sudah sangat familiar bagiku. Wajah ayu yang sudah sangat melekat di tubuhnya seperti namanya Ayu.
“ hai Den! “ sapa  Ayu
“ Iya Yu, ada apa? “
“  Gak kok Den, aku hanya ingin main saja sekalian mau belajar bareng”
“ boleh kok, ayo masuk”
Kami beriringin masuk diiringi suara langkah kaki. Di rumah hanya ada kami berdua sehingga suasana terasa kaku. Dalam waktu yang lama, lidah kami masih tak sanggup untuk berkata. Semuanya terasa dingin bagai badai salju sedang berlangsung, membuat bibir kami bergemetar kedinginan. Sehingga kami terlalu asik dengan pikiran masing-masing
“ hmm… Yu sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?”
“  aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja, aku khawatir kamu masih mengigat kejadian tahun lalu dan membuat kamu takut untuk melangkah”
“ jujur saja aku masih takut, dugaanmu benar aku jauh dari kata baik-baik saja”
“ kenapa Den? Aku tahu kamu bukan orang seperti ini. Sosok dirimu yang berani bertindak dan mengambil resiko pergi kemana? “
“ bukan pergi tapi dia sedang tidur”
“ tidur? Yang benar saja, kau hanya perlu membangunkannya saja. Ingat mimpi burukmu telah berakhir. Semua itu hanya mimpi buruk untuk kita, yang lain sudah terbangun tapi mengapa kamu masih  terus melanjutkanya. Masih banyak mimpi indah yang harus kita kunjungi kamu tak usah terlalu berlarut-larut.  Bila kamu tak cepat keluar dari mimpi itu maka hal yang indah tak akan pernah kau sempat sentuh apalagi untuk meraihnya. Sudah cukup sampai sini, bangun teman. Bila kau tak bangun akan aku coba membangunkanmu apapun caranya”
“ aku masih trauma, aku sudah bangun tapi rasa takut itu masih tertinggal”
“Coba kamu pikirkan, apa dengan kamu diam di tempat gelap kamu akan melihat cahaya? Memang sulit untuk berjalan pada awalnya banyak benda diluar sana yang dapat melukaimu. Tapi semua itu untuk menguji seberapa kuat kita untuk bertahan dan terus melangkah. Bila kamu sudah menemukan seberkas cahaya kau akan menemukan cahaya lain sehingga hidupmu akan lebih terang. Kamu bisa melihat semua yang menghalaumu hingga kau dapat melihat jalan yang benar. Jangan takut, aku akan selalu ada untuk menemanimu, lihatlah semua orang yang terus mendukungmu. Aku percaya kamu bisa, jangan takut akan resikonya tapi cobalah takut bila kita tak mencobanya.” Ucap Ayu
“mungkin perkataanmu benar Yu, akan kucoba untuk bangkit kembali” Jawabku lirih
“ syukurlah kalau kamu sudah mengerti, ingat baik-baik tak akan ada kesuksesan yang diraih tanpa melewati masa sulit” Ucap Ayu meyakikanku
“ makasih Yu, kamu sudah menguatkanku. Aku yakin aku tak akan bisa berdiri kembali bila kamu tak ada sosok sahabat sepertimu. Kamu memang yang paling mengertiku. Makasih selama ini sudah mau menjadi sahabatku”
“ iya Den, aku tahu itu. Aku harus ada untukmu karena aku tahu kamu selalu ada untukku. Itulah teman yang sesungguhnya. Den aku pulang dulu ya! Jangan lupa istirahat. Persiapkan buat besok, kumpulkan nyalimu untuk berbicara di depan kelas. Berbicara pada mereka semua.”
“ Akanku yakinkan diriku untuk mempersiapkan akan hal itu”
***
            Embun pagi sudah menyapaku dengan lembut. Cahaya matahari saling berkejaran  menyetuh tanah.  Aku sudah siap untuk menulis cerita hari ini, siap untuk berbicara di depan mereka semua. Dengan langkah yang pasti aku bergegas ke sekolah menyusuri jalanan aspal itu.
            Waktu terus berputar, pelajaran hari ini pun selesai. Guru bahasa Indonesia itu sudah meninggalkan kelas kami di jam terakhir. Aku menarik napas, menyiapkan diriku. Beranjak dari tempatku hingga posisiku tepat berada di depan kelas. Kucoba melirik mereka, semua sibuk dengan aktivitasnya. Hanya Ayu yang memperhatikan gerak- gerikku dari tadi. Tatapannya tajam penuh arti.
            “ aku mohon perhatiannya” aku mengeluarkan suara dengan nada keras
            Tatapan mereka beralih  seketika penuh tanya.
            “ Ada apa, Den?” Ucap Doni
            “ ini kan sudah memasuki bulan februari seperti yang kalian tahu juga sekolah akan mengadakan gelar seni. Kelas kita mau menampilkan apa?” Ucapku memulai pembicaraan
            “ yang benar saja kamu mau ikutan gelar seni paling nanti kita gak tampil lagi kaya tahun lalu” celetuk salah satu murid
            Hatiku terasa dihempas badai, sakit. Rasanya ingin menyerah. Namun sosok berkacamata itu terus menyemangatiku dengan tatapannya yang membuatku masih bertahan. Tatapan nanar mereka pun ku coba buang jauh-jauh.
            “  Iya betul pada akhirnya kita hanya menjadi penonton. Untuk apa kita berlatih hingga petang” Ucap Rani
            “ dengar dulu penjelasanku. Mungkin dulu kita tidak beruntung tapi lihat sekarang kita punya kesempatan untuk menunjukkan kepada mereka bahwa kita bisa dan mempunyai keahlian. Apakah kita akan terus begini ? hanya akan menjadi penonton setia”
            “ tidak beruntung? Itu semua karena kamu” Ucap Doni
            “  bukannya kita mau jadi penonton setia. Tapi kami takut semua gagal karena kamu” Akhirnya Maryam si buku itu juga angkat bicara.
            “ kalau mau kita tampil  gak usah ada campur tangan dari kamu Den, kita akan tampil tanpa kamu” Ucap Doni ngotot
            Ucapan mereka benar, nanti aku hanya membuat kesalahan yang sama. Tubuhku gontai, kaki rasanya tidak sanggup lagi berdiri, air mataku sudah tak terbendung. Aku putuskan untuk berlari, menghindari mereka. Berlari hingga aku sampai di depan rumah. Semua barangku tertinggal di sekolah, tapi aku tidak peduli. Hatiku terasa panas, tak menerima semua ini. Walau aku tahu salah, tapi aku hanya ingin mencoba memperbaikinya.
***
            Kejadian tadi siang masih menghantuiku, rasa bersalah mulai menyelimutiku. Aku seperti pecundang yang berlari begitu saja melepaskan tanggung jawabku apalagi aku ini anak laki-laki. Aku benar- benar payah.
Kamu pasti bisa menyelesaikan semua ini
            Sebuah pesan singkat dari Ayu yang begitu banyak ungkapan harapan dibalik itu . Aku melirik tasku yang diantar oleh Ayu, sungguh dia sahabat yang sangat setia. Aku beruntung memilikinya. Telepon genggam itu masih erat di tanganku. Banyak hal yang sedang merasuki pikiranku.  Tanpa sadar jari tanganku menari diatasnya.

            Aku tahu aku salah waktu itu. tapi apakah kalian tidak memberi kesempatan untuk aku memperbaikinya?   Aku hanya ingin kalian mengerti bahwa aku benar-benar menyesal. Bila aku diberi kesempatan aku akan lakukan yang terbaik. Aku tahu karakter kita berbeda, kita terlahir dari suku yang berbeda juga. Aku hanya ingin kita bersatu meraih semua mimpi bersama. Memang aku bukan ketua murid yang sempurna tapi akan aku coba untuk menyempurnakan mimpi kita. Jangan coba berjalan sendiri karena aku pun tak akan bisa tanpa kalian. Karena aku tahu kita keluarga.

Aku pun mengirimkannya di salah satu sosial media dalam beberapa menit kemudian banyak komentar yang datang. Aku hanya tersenyum senang melihat semuanya. Perasaanku lega. satu misi terakhirku, membuatnya menjadi nyata.
***
            “ Den maaf karena aku menyalahkanmu” Ucap Rani.
            “ aku juga Den, mungkin terbawa emosi” Ucap Doni dengan wajah yang sangat menyesal.
            “ maafkan kami semua, kita gak bermaksud untuk lukain kamu, aku tahu kejadian tahun kemarin tak kau buat sengaja” Ucap Maryam
            “ iya gak apa-apa teman, aku ngerti betapa kecewanya kalian hari itu.  Peluh kalian selama ini yang bercucuran hanya terbuang sia-sia” Ucapku terharu
            “ kita perbaiki semuanya kembali, kita tunjukkan bahwa kita bisa” Ucap Rani
            “ satu hal yang paling penting saat ini. Kita akan menampilkan apa?” Ucap Ayu
            “ drama” Usul Ucok
            “ tari jaipong” Tambah Rani
            “ jaipong? Kalau cowo?” Sahut Kiki
            “ nyanyi lagu daerah” Ucap Maryam
            “ kuda lumping aja” Ucap Doni
            “ main tanjidor aja?” Ucap Dul
            “ kalian gimana sih pada bawa-bawa budaya sukunya masing-masing” Sahut Ayu
            “ karena budaya betawi lebih bagus” Ucap  Dul
            “ sunda” Tambah Rani
“          “jawa lah” Ucap Doni
            “ udah gak usah debat. Negara ini kaya akan budaya. Kita memilki 34 provinsi dan kita saling menghargai akan budaya daerah lain. Kalian tahu semua daerah memilki keistimewaan tersendiri, yang perlu kita lakukan adalah melestarikannya. Semua bisa kita gabungkan menjadi suatu seni yang indah. Karena perbedaan itu ada untuk saling melengkapi. Bila semuaya disatukan pasti akan menjadi seni yang indah”
            “ emang bisa?” Ucap Rani
            “ caranya Den?” Tambah Asep
            “ tidak ada yang tidak mugkin, hanya perlu belajar. Ilmuan contohnya mereka banyak menciptakan hal yang baru yang akhirnya diterima di masyarakat luas. Aku punya ide bagaimana bila sebagian anak perempuan menari jaipong diiringi lagu daerah jawa pada akhirnya tari itu diiringi tanjidor. Untuk penutupnya kita berpuisi tentang budaya negeri ini.  Lalu kita menyanyi lagu kebangsaan Indonesia.Bagaimana setuju?”
            “ boleh aku setuju, diakhir kita pun mengucapkan terima kasih dengan bahasa daerah yang berbeda-beda” Ucap Doni bersemangat
            “ boleh aku setuju” Ucap Ayu, dan diikuti oleh muri lainnya.

            Pada akhirnya mereka setuju akan keputasan itu. Dari masalah yang mereka hadapi saat itu banyak mengajarkan kepada mereka apa artinya persahabatan, kebersamaa, dan perbedaan yang membuat mereka bersatu. Untuk hal yang terpenting mereka tahu bahwa dalam hidup kita tidak boleh berputus asa.