Mungkin aku hanya segelitir pasir tak berarti. Selalu memaksa untuk jadi arti yang penting. Namun sayang hidupku selalu saja terinjak.Tak henti menerpa cobaan yang kulalui. Aku tak peduli berapa jauh ombak membawaku tenggelam dalam birunya laut. Dingin dan kelamnya selalu saja berhasil menghibur akan ketakutan yang kian memancar. Rindu akan langit pun kian memudar dalam sendu.
Mungkin benar kata orang, aku hanya segelintir pasir. Bagian kecil yang selalu berhasil terlupakan. Mengikiskan asa yang kian sirna. Tapi aku tak peduli! Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri. Tegar tak goyah oleh hempasan yang kian menerjang. Aku hanya selalu mencoba mengerti tentang arti hidup. Terbuang bukan berarti aku tak ada. Yah, aku hanya mencoba mencari jati diri. Mencoba lebih menghargai hidup. Perih bukan berarti pahit hanya saja luka yang perlu kuobati.
Aku pernah merasa tersanjung saat pujian terlantun. Walau akhirnya aku terbuang. Aku bersyukur akan hal itu. Sebab aku tau arti hidup yang bagai roda berputar. Tak selamanya hidup penuh bahagia dan derita karena suatu saat akan berbalik. Begitupun aku, aku yakin suatu saat diriku akan berarti untuk alam ini. Berarti untuk menjadi sosok penting yang menghargai hidup.